tempat sharing cerita lucu anak maluku dimana saja berada

Jumat, 30 Agustus 2013

EDO jadi PELARIAN

EDO jadi PELARIAN

Sekitar pertengahan tahun 1984  masehi
Lulus SMP di Ambon, libur panjang, Edo pi Surabaya...

Singkat cerita-----> Libur panjang telah usai....
Hari itu amper sore, Edo su standby di pelabuhan Tanjung Perak
Edo harus segera kembali ke Amq karna harus melanjutkan SMA,
sudah terlambat satu minggu, kegiatan sekolah sudah dimulai
mana jadwal kapal Pelni tujuan Amq saat itu sangat terbatas...
(dolo blm ada KM.Rinjani, Dobonsolo... dan kapal2 besar lainnya)

Hiruk pikuk orang, dari pengantar, calon penumpang, kuli angkut
sampai petugas kepolisian pelabuhan (KP3) bercampur baur...

Entah mengapa hari itu pengamanan naik ke kapal sangat ketat,
polisi lapis-lapis di muka tangga periksa tiket penumpang
sampai  tangga atas, di kawal Provoost dari TNI.AL.
Betul2 ketat, tanpa tiket, tanpa koneksi, jang harap bisa naik...!

Ternyata, aparat sdh dapat kabar, akan ada sekitar 400-500 orang
penumpang gelap (memang gelap, krn rata2 anana ambon semua)
haha..bukan itu, tetapi penumpang yang tidak membeli tiket...
sering pula disebut pelarian...dan Edo ada diantara mereka!

Para calon penumpang pelarian ini di halau menjauh dari sisi kapal,
Dihadang oleh polisi pelabuhan yang berjejer panjang sekitar 100 personil
komplit dengan senjata laras panjang, berhadapan seperti mau perang!

STOOM kapal berbunyi..ketiga-kalinya..tanda kapal mau berangkat,
resah, kasak-kusuk, cacimaki, sumpah serapah dari para pelarian...

Tali temali pengikat belum seluruhnya terlepas... petugas polisi KP3
lengah, mereka kira situasi aman terkendali apalagi kapal sudah mulai
bergeser sekitar 2 meter dari bibir dermaga...TIBA-TIBA.. SERBUUU!!!!!

Serentak dan sangat cepat, para pelarian menyerbu ke satu titik...
YA! Ke arah kapal..nekat dan kalut tertinggal kapal, mereka sontak
berontak menerjang...para polisi yg tidak siap jatuh bergulingan
bahkan sampai jatuh ke laut... dan ditolong petugas Pandu dgn speed.

SWIIING..BuFht.. swiing...buff...mereka lompat ke tangga kapal
yang belum sempurna merapat... ada juga yg melompat ke lambung kapal,
disitu ada tali tambang kasar yg dirajut seperti jaring besar
dan distulah mereka bergantungan di tali tangga dan di tali jaring,
ada yang naik dari tali pengikat kapal merayap naik seperti sirkus....
tidak sedikit yang gagal dan jatuh nyebur ke laut...

DAR DER DOR tembakan peringatan!!
Tidak digubris..banyak juga yg tertangkap, dipukul...diborgol...
Edo!! Dimana Edo?? Edo su dudu tenang dipagar kapal melihat
pemandangan kacau didaratan yang semakin jauh ditinggalkan...
Selamat tinggal Tanjung Perak Surabaya...! Amboina sudah menanti!!

Selesai? Belum..itu baru pembukaan.. di Kapal....
Edo bergabung dengan ratusan pelarian yang berhasil naik.
Bernyanyi, tertawa, saling lomba carita masing2 pung jago
rata2 dibumbui kewel plus logat betawi campor2 beta elo, ose gue..

Malam pertama dilalui..aman2 saja...jelang siang ada pemeriksaan tiket,
satu orang perwira kapal didampingi dua orang polisi kapal.

Satu persatu pelarian tertangkap dan dibawa ke kantor kapal...
Tapi ada juga yg selamat setelah menyogok anak buah kapal
supaya bisa sembunyi dan dapat makan... tapi malang nasib Edo....
Edo tidak sempat bersembunyi, padahal sebelumnya ada yang
mengajaknya bersembunyi di dalam sekoci penyelamat...

"Hay..! mana tiket kamu? "---->> "Tidak punya pak.."
"Kurang ajar kamu! Pelarian ya??!" ---> Sbak Sbuk..! Edo dapat tumbu!
Edo jatuh pukulan bersarang diperutnya...tapi tidak terasa sakit, Edo jatuh
karena lantai dek kapal saat itu licin... Edo kembali berdiri, tetapi...
Ada yg menonjol di pinggang Edo.... sepertinya sangat berbahaya....
Polisi kapal curiga dan kasi keluar pistol..."Apa itu dipinggang kamu??"
Edo diam sambil pegang tonjolan dipinggangnya...sambil menatap tajam..

" Hey! apa itu dipinggang kamu?? Pisau ya??!" Dengan tenang dan lambat...
Edo mengarahkan tangan ke pinggang dibalik kaos..Polisi bersiaga...
para penumpang yang disekitar situ tegang menonton, suara histeris ibu2
yang tertahan menambah situasi makin mencekam....

Akhirnya Edo menarik tangan dari pinggang sambil memegang sebilah....
SISIR..!! Ya..sisir besar warna merah...Asal pembaca tau saja, dulu itu,
anak2 muda ambon (terutama para pelajar pria ) sering bawa sisir kemana2, diselipkan di kantong celana belakang, di kaos kaki atau di pinggang...
hahaha...unik ya...! Polisinya nyengir, Edo tatawa dalam hati..Hahaha!

Di Kantor kapal--->> Antri para pelarian yg tertangkap... didaftar dicatat
dan diwajibkan bayar denda, kalau tidak bayar denda, akan diturunkan
di pelabuhan berikutnya (biasanya di Ujung Pandang / Makassar ).
Ada dua kotak duz besar disitu, ternyata karena uang sdh habis, maka
apa saja diberikan, dari sepatu adidas ( jaman itu sepatu adidas paling top)
jaket, kacamata rayben (apalagi kacamata model ini paling digandrungi)
baju, celana...macam2 termasuk uang2 receh...

Kapten kapal ada disitu, tanya par Edo...
"Kamu, kenapa kamu jadi pelarian?? masih kecil juga??"
"Saya pelajar pak, sudah terlambat masuk sekolah.."

"Ya sudah, kamu balik ketempat kamu, sudah makan belum?"
"Belum pak, tidak punya uang..."
"Ini, untuk kamu beli makan..." (sambil kasih masuk sesuatu di saku celana)
---wow mujizat apa ini?--- sambil kembali ke dek kapal, Edo rogoh kantong
Busyet..berlembar2 ribuan yang sdh kucel... total 25rb hahaaa Puji Tuhan!

Terlalu panjang cerita Edo kali ini.... tapi semoga berkenan membaca...
ada kelucuan2 yg tidak terduga, dan menjadi pengalaman hidup yang indah...
Good Luck Edo... God Bless U.........!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar