MISTERY
di sudut peron aku sendiri hembuskan sigaret kegemaranku
mengamati lalu lalang orang aneka rupa
Tak jauh dariku seorang pengemis renta berharap derma
dengan kaleng biskuit bekas ditangan menunduk lesu...
Ada yang menggelitik perhatianku, dari pengemis tua itu,
"Babi.." gumamnya, saat seorang wanita gendut melintasinya
Hah, aku tersentak, bagaimana mungkin pengemis itu menghina
sedangkan ia berharap belas kasihan mereka...?
Seorang wanita muda berbaju putih dengan rok senada
"Bayi.." gumam pengemis itu lagi.. ya wanita itu elok dan imut
"Sapi.." seorang lelaki kurus melintas...wow..tidak cocok
batinku, kalau sapi harusnya untuk yg berbadan gemuk..
"Ayam.." ah salah lagi dugaanku saat seorang pria gendut melintas
kukira dia akan menyebutnya 'babi' lagi...
"Jagung...Tomat...kambing...." kepada setiap orang yg melintas
demikian tiada henti...dan aku semakin penasaran.............
Aku ingin mengujinya, akupun melintasinya... "Roti.."
oh aku dinilainya sebagai roti?? apakah sebabnya..??
Akupun bertanya, pak, mengapa aku disebut roti...??
"Anak muda, saya tau apa yang terakhir dimakan oleh orang2
yang melintas hanya dengan mencium bau tubuhnya.."
Aku tersenyum, hebat sekali pak tua memang benar
tadi aku sarapan roti sebelum ke stasiun ini...
Kuberikan selembar lima ribuan kedalam kaleng biskuitnya
Aku bergegas masuk ke dalam kereta... jadwal terakhir
Hari semakin senja, di depan tempat dudukku
seraut wajah manis, elok dan imut tersenyum kepadaku
seorang wanita berbaju putih dengan rok senada...
Ada yang mengganggu pikiranku... 'Ahh, entahlah....????
*** Sidang Pembaca YTH. Mengapa anak muda ini galau?
Apa yg mengganggu pikirannya?? Ditunggu analisanya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar